Halaman

Welcome To My Blog

ZELA MULTIE REZKI

Senin, 17 Desember 2012

Kisah Sukses Usaha Ternak Sapi

Usaha Ternak SapiUSAHA TERNAK SAPI — Tidak banyak anak muda yang memiliki ketertarikan pada usaha yang satu ini. Selain dipandang tidak bergengsi keuntungan ternak sapi dipandang kurang menggembirakan. Namun berbeda dengan Abdullah, usaha peternakan sapi telah mengantarkan dirinya sukses dalam bisnis. Jalan sukses usaha ternak sapi Abdullah dirintis setelah ia terkena pengurangan pegawai hotel tempatnya bekerja, pada tahun 2005. Berlokasi di Taman Gembira Kecamatan Kundur, Pulau Karimun peternakan sapinya kini berkembang pesat.

Di awal usah ternak sapi, Abdullah memulai sendiri semua pekerjaan beternak sapi, dari mencari rumput, membersihkan kandang dan kegiatan rutin lainnya. Bermodalkan sapi 3 ekor ia merintis penggemukan sapi. Enam bulan kemudian dari sapi yang dipelihara, dijual kembali dengan harga Rp 6 juta kebetulan bertepatan dengan Hari Raya Idul Qurban.
Dari keuntungan Rp 18 juta tersebut Abdullah mulai merintis kembali tapi kali ini pembibitan sapi yang saat ini sudah berjumlah 45 ekor. “Merawat sapi itu harus dengan ikhlas dan perhatian karena sapi itu juga makhluk Allah,” ujar pak Abdullah memulai pembicaraan. “Kita akan mengerti akhirnya apakah sapi itu sehat ataukah sakit,” sambungnya.
Melihat kegigihan dan semangat Pak Abdullah, Dinas Pertanian, Peternakan, dan Kehutanan Kabupaten Karimun mengajak Pak Abdullah untuk membuat pilot project peternakan dengan status peminjaman lahan. Kegiatan ini dimaksudkan untuk memberikan contoh nyata kepada masyarakat bagaimana menjadi peternak yang unggul.
Semangat untuk mengembangkan masyarakat dibuktikan Pak Abdullah dengan mengajak pemuda untuk belajar di tempatnya dengan gaji yang diberikan sebesar Rp 750.000/bulan. “Saya tidak mengikat mereka sebagai pegawai, saya harapkan mereka nanti menjadi peternak-peternak unggulan dan menjadikan peternakan sebagai unggulan di daerah kami.”

Usaha Tidak Selalu Mulus

Tentu saja usaha yang dilakukan tidak berjalan dengan mulus begitu saja. Adapun kendala-kendala yang dihadapi Pak Abdullah antara lain masih enggannya masyarakat khususnya pemuda untuk menggeluti peternakan. Pernah pengalaman beliau memberikan beberapa ekor kambing kepada pemuda-pemuda yang ada di kampungnya tetapi ternyata kam­bing yang ada dijual atau dirawat oleh orang tuanya. Meskipun demikian, semangat itu tidak pernah padam.
“Dari 4 orang anak muda yang ikut saya sekarang dapat menjadi kader-kader muda peternak yang akan memajukan daerah ini,” terang Pak Abdullah dengan bangga. Saat ini Pak Abdullah telah mempersiapkan lahan seluas 12 ha yang nantinya direncanakan beliau untuk menjadi pusat pembelajaran peternak.
Kemauan yang kuat untuk menjadi mandiri serta memandirikan masyarakat sepertinya sangat layak dicontoh. Tidak hanya butuh semangat, dibutuhkan juga kepedulian dari berbagai pihak terutama pemerintah pusat maupun daerah, juga para investor untuk mengalirkan bantuan-bantuannya yang kemudian dapat digunakan untuk mengembangkan daerah baik sumberaya manusia maupun potensi alam yang ada.
Sumber:
http://bangkittani.com/peluang-bisnis/mencetak-pemuda-peternak-unggul/

Jumat, 14 Desember 2012

Mereka Tetap Sahabatku

Angin…tiupkanlah dirimu kepadaku…
Menerpa wajahku yang dirundung pilu
menampar jiwaku yang kelabu..
Menghempaskan rambutku yang kaku

hujan…kenapakah engkau mesti berlalu…
Aku menunggumu membasahasi ragsku
aku mengejarmu, nafasku memburu…
Sampai menembus kerikil bukit batu

kerudung malam menyelimuti bumi…
Aku berharap menjadi tambatan rindu
saat aku bercerita tentang dirinya
yang kini terhalang rentangan waktu..

Angin laut tak pernah mau berhembus…
Hujan yang aku tunggu telah berlalu
kepada siapakah aku akan berbisik…
Tentang rindu dan kegelisahan itu

angin laut hanya “merayu” rindu…
Dan awan hujan membelakangiku
mereka serempak menertawaiku
yang telah mabuk dalam buaian rindu…

Aku termangu mangu menjadi bisu…
Terbahaklah yang memandangku
yang tersenyum hanya malu malu
aku juga menjadi malu, kepada langit…
Kepada mendung…, kepada mega..,
dan kepada awan awan yang berarak melewatiku…

Selasa, 04 Desember 2012

KESAN BUAT MATA KULIAH TIK

Kesan saya buat mata kuliah TIK sangat menyenangkan, dosennyapun menyenangkan dan juga ramah, mau mengajari kita dengan sabar apa yang kita belum bisa sehingga kita menjadi bisa, walaupun tak semahir beliau. Kita dapat menunjukkan kreatifitas kita dengan mata kuliah TIK ini salah satunya kita bisa membuat blog sesuai dengan keinginan kita.

PETERNAKAN


Awalnya pertama masuk peternakan itu ga kenal siapa siapa, kesana kemari sendiri tapi lama kelamaan seiring berjalannya waktu aku mulai terbiasa dan aku mulai menemukan banyak teman di peternakan undip ini. Apa lagi aku mendapatkan teman yang baik-baik, gokil-gokil, cerewet-cerewet seperti kelas F ini.haha, just kidd mament.... senang kok berteman dengan kalian.
Semula sih jijik dengan yang berbau kotoran-kotoran gitu tapi mau ngga mau harus kita jalani, itulah jalan yang telah kita ambil untuk melanjutkan studi di peternakan Undip ini. Jangan katakan kalian anak peternakan kalo ngga berani kotor. Ya, peternakan itu identik dengan kata “kotor” tapi kalian berani masuk peternakan harus berani kotor-kotoran, kotoran sapi, kambing anggaplah hal biasa, yang mewarnai hidup kalian, jangan jadikan hal tersebut sebagai halangan. Semua bisa karena biasa.  Kesuksesan masa depanmu sekarang ada di Fakultas Peternakan Undip.
Fakultas Peternakan memang kurang diminati atau kurang populer dibandingkan dengan fakultas-fakultas lain di Universitas Diponegoro. Bukan karena rendahnya mutu pendidikan atau mutu kualitas lulusan, tapi karena calon mahasiswa baru yang belum mengenal Fakultas Peternakan itu sendiri bahkan tak tau target mereka setelah lulus nanti.
Mungkin juga kurang populernya Fakultas Peternakan dimata masyarakat yang beranggapan berhubungan dengan yang kotor-kotor, praktikum dikandang pun juga dianggap sebagai hal yang tidak mengenakkan bagi mereka.
Lulusan peternakan juga tak hanya bisa berkarier itu-itu saja, tapi mereka mempunyai dua pilihan setelah lulus nanti, menjadi pegawai negeri ataupun berwirausaha sesuai ketrampilan yang dimiliki. Banyak lulusan peternakan yang bekerja tidak sesuai dengan jurusan mereka, misalnya ada yang bekerja di bidang perbankan.
Kita sebagai calon-calon S.Pt (Sarjana Peternakan) itu bukan gelar biasa, jadi buktikan pada dunia kalo kita mampu menjadi sarjana peternakan yang berkualitas. Jadikan penyemangat anggapan miring orang- orang diluar sana tentang Fakultas Peternakan. Jiha.... Jiha....Jiha... YES !!!